Selasa, 29 Juni 2010

Keterbatasan bukan hambatan untuk sukses

Dalam pandangan banyak orang,materi adalah segala-galanya. Dengan materi,orang dapat membeli sesuatu dan menjadi sesuatu.Tetapi,pada kenyataannya tidak sedikit orang yang memiliki banyak materi justeru gagal dalam menggapai sesuatu.Sebagai contoh,tidak sedikit anak-anak orang mampu atau bermateri yang gagal dalam menggapai kehidupannya.Sebaliknya, banyak anak-anak dari kalangan orang-orang kurang mampu yang berhasil dan sukses mengapai kehidupannya.Sebagai contoh,mantan presiden Suharto,beliau hanya anak seorang petugas irigasi.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono misalnya,beliau hanya putera seorang tentara berpangkat rendah.Napoleon Bonaparte,hanya seorang putera janda miskin di pelosok pedesaan,Prancis.Mereka bisa sukses,karena bekerja keras,pantang menyerah dan tidak terbelenggu oleh keterbatasan atau keadaan dirinya yang serba kekurangan.

Sabtu, 19 Juni 2010

Belajar menangkap peluang dari cicak

Cicak adalah binatang yang sering dikonotasikan negatif oleh kebanyakan dari kita.Tapi,tahukah anda, bahwa cicak adalah binatang yang memiliki rasa optimis yang sangat tinggi.Bayangkan saja,ia tidak punya sayap,tapi jenis makanan yang harus dikonsumsinya semua bersayap.Hebatnya lagi,ia tidak pernah protes pada ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan.Ia tetap menjalani hidup.Ia selalu mengolah instingnya agar tetap mendapatkan makanan tepat pada waktunya.Ia meski bersikap tenang dan penuh perhitungan ketika berhadapan dengan nyamuk yang merupakan makanan pokoknya.Pasalnya sedikit saja ia salah perhitungan,maka perutnya harus menanggung rasa lapar.Kabarnya,pola dan cara cicak dalam menangkap mangsanya ini,menginspirasi para pebisnis dalam menangkap peluang-peluang yang ada di hadapannya.Mereka cermat membaca peluang,penuh perhitungan dan begitu melihat target yang melintas,maka segera saja ditangkap.

Sebuah Muhasabah Diri

Tuhanku,

Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang reduo di samudra langit Mu yang tanpa batas

Tuhanku
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi …
hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU

Tuhanku…………..baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU
Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini…
Hati yang telah terkotori oleh noda ini…memiliki keninginana setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???

Tuhan…Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU
Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku….
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku
Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya

Mungkin tanpa kami sadari , kamu pernah melanggar aturanMU
Melanggar aturtan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami…Ampunilah kami

Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU
Tuhanku….Siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau….dalam maksiat kepadaMU “Ya Tuhanku Tutuplah untuk kamu dengan sebaik-baiknya penutupan !!”

Selasa, 08 Juni 2010

Belajar Jalan

Setiap kita pasti pernah mengalami dan menyaksikan anak belajar berjalan.Pertama biasanya,ia dipapah dan dituntun oleh sang ayah atau ibu.Setelah dirasa bisa melangkah sang ibu kemudian melepas tangan anak dan dibiarkan berjalan sendiri,sambil tetap diawasi langkahnya.Begitu sang anak tertatih-tatih dan jatuh,maka segera saja orang tuanya menghampiri dan memapahnya kembali.Dengan semangat dan antusias,orang tua sang anak biasanya teriak, "ayo nak,terus jalan...terus jalan......."tanpa putus asa sampai si anak betul-betul bisa berjalan.Saya rasa tanpa kegigihan orang tua dalam menuntun kita untuk berlatih berjalan mungkin banyak dari kita yang sampai dewasa belum bisa berjalan.Oleh karena itu,belajar dari kegigihan orang tua dalam mendidik kita cara berjalan ,seharusnya kita bisa mempergunakannya dalam kehidupan,ketika mengalami,"jatuh bangun." Kita harus tetap semangat dan mengingat kembali teriakan ibu,"ayo nak,tetap jalan...terus jalan nak... jangan putus asa."

Kamis, 03 Juni 2010

berguru kepada socrates

Pada suatu ketika datang seorang pemuda kepada socrates.Ia langsung berujar, "Tuan socrates, aku butuh ilmu, maka berikan kepadaku ilmu." Lalu dibawalah sang pemuda ke pantai.Dengan tidak banyak berkomentar, sang pemuda tersebut, kepalanya dibenamkan ke air.Begitu diangkat ia bertanya kepada si pemuda,"apa yang kamu butuhkan?. Si pemuda menjawab "aku butuh ilmu."

Lalu dibenamkan lagi kepala si pemuda ke dalam air dan ditanya dengan pertanyaan yang sama.Dan ternyata jawabannya juga sama,"aku butuh ilmu."Kemudian socrates membenamkan lagi kepala si pemuda dengan lebih lama ke dalam air sampai pemuda tersebut meronta karena tidak bisa bernapas.Lalu socrates bertanya lagi kepada si pemuda,"kamu butuh apa?", pemuda itu dengan gelagapan menjawab,"aku butuh oksigen." Socrates lalu menjelaskan, sekarang kamu sudah mengetahui apa yang kamu butuhkan,maka pergilah.

Dalam kehidupan sering kali kita merasa membutuhkan apa-apa yang seharusnya menjadi kebutuhan kita.Tetapi banyak dari kita yang tidak mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi kebutuhan kita.Pahami masalah dan solusinya.

Rabu, 02 Juni 2010

Ujian setiap manusia

Hampir setiap orang yang pernah mengenyam bangku sekolah,tentu tidak asing dengan istilah ujian. Karena di setiap jenjang pendidikan yang pernah dilalui hampir dipastikan diakhiri dengan apa yang disebut ujian. Dan setiap ujian bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan sekaligus sebagai prasyarat agar dapat melanjuutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sebagaimana di sekolah, dalam kehidupan pun sama. Setiap orang pasti akan mengalami ujian.Ada yang berat dan ada pula yang ringan.Semuanya disesuaikan dengan keadaan masing-masing. Namun, karena tidak semua orang siap menghadapi ujian,sehingga ada yang lulus dan ada juga yang gagal.Bagi yang lulus,tentu mereka akan segera memasuki fase kehidupan yang lebih tinggi dan "naik kelas" dan bagi mereka yang gagal terpaksa harus bersabar untuk tetap berada pada tempat yang lama dan sama dalam waktu tertentu.Untuk itu,bila anda ingin naik kelas pada kehidupan yang lebih baik atau lebih tinggi,maka pelajarilah pelajaran-pelajaran hidup yang anda lewati.Selamat menempuh ujian tuk kenaikan kelas kehidupan.